Selamat Datang di barajamanulih.blogspot.com (klik others untuk melihat tulisan lainnya. Semoga bermanfaat dan dapat menggali ilmu)

Kamis, 16 Agustus 2012

DEFINISI-DEFINISI



Halal, adalah sesuatu yang dengannya terurailah buhul tali yang membahayakan, dan Allah memperbolehkan untuk dikerjakan.

Haram, adalah sesuatu yang Allah melarang untuk dilakukan dengan larangan tegas, setiap orang yang menentangnya akan berhadapan dengan siksaan Allah di akhirat. Bahkan terkadang ia juga terancam sanksi syari’ah di dunia ini.

Makruh, yaitu Allah melarang sesuatu namun larangan itu tidak keras, inilah yang dinamakan makruh (dibenci). Ia lebih rendah dari haram dalam hal peringkat hukumnya, dan pelakunya tidak dikenai dengan sanksi hukum haram. Hanya saja orang yang mempermudah dan mengabaikannya, cenderung terjerumus ke dalam hukum haram.

Sumber : halal dan haram dalam islam/Yusuf Qardhawy; Surakarta: Era Intermedia,2003.
Hal 31.

Beberapa Hal yang Mengeluarkan Perempuan dari Kategori Tabarruj



Perempuan dikatakan tidak tabarruj jika ia memegang teguh etika-etika berikut:

  • MENUNDUKKAN PANDANGAN. Perhiasan yang paling berharga adalah rasa malu, dan indikasi rasa   malu paling menonjol adalah menundukkan padangan. 
  • TIDAK BERCAMPUR BAUR (IKHTILATH) DENGAN LAKI-LAKI, sehingga mudah bersentuhan dan bersinggungan, sebagaimana terjadi di bioskop, tangga-tangga kampus, aula, dan di sarana transportasi umum masa kini. 
  • PAKAIANNYA SESUAI DENGAN ETIKA ISLAM YANG SYAR’I. adapun pakaian syar’I adalah pakaian yang memenuhi kriteria berikut : 
a.    Menutup seluruh tubuh, selain yang dikecualikan Al-Qur’am dalam firman-Nya, “yang tampak darinya.” Pendapat yang paling rajih dalam hal ini adalah wajah dan kedua telapak tangan.
b.      Tidak transparan dan mengaambarkan apa yang ada di balik baju.
Perempuaan-perempuan Bani Tamim menemui Aisyah ra. Mereka mengenakan pakaian tipis. Maka beliau ra. mengatakan, “Kalau kalian adalah perempuan mukminat, maka bukan ini pakaian perempuan mukminat.”
Ada seorang pengantin muda dipertemukan kepadanya (Aisyah) ra. Ia mengenakan kerudung tipis dan transparan. Beliaupun berkata, “Tidaklah dikatakan beriman kepada surat An-Nur, perempuan yang mengenakan kerudung ini.”
c.  Tidak ketat dan menonjolkan bagian-bagian menariknya, meskipun tidak tipis ataupun tran- sparan.
d.      Bukan pakaian yang diketahui khusus untuk laki-laki, seperti celana di zaman sekarang.
e.     Bukan pakaian orang-orang kafir, baik Yahudi, Nasrani, maupun kaum musyrikin. Jika maksud- nya adalah meniru mereka, hal itu haram hukumnya dalam islam, yang menghendaki agar umatnya berlaku dan berpenampilan yang berbeda dengan penganut dan umat lain. 
  • TETAPLAH MENJAGA KEWIBAWAAN KETIKA BERJALAN DAN BERKATA-KATA, MENGHINDARI PERILAKU DAN GERAKAN TUBUH SERTA DANDANAN WAJAH YANG MENGGODA. 
  • TIDAK SENGAJA MENARIK PERHATIAN LAKI-LAKI KEPADA PERHIASAN YANG TERSEMBUNYI DENGAN BAU YANG HARUM, SUARA GEMERINCING, DAN SEJENISNYA.

Sumber : halal dan haram dalam islam/Yusuf Qardhawy; Surakarta: Era Intermedia,2003.
Hal 236-240.
Saduran ketikan tulisan di atas tidak ditulis secara keseluruhan (detail/rinci).

Senin, 30 Juli 2012

Maling Bertamu di Pagi Hari

30 Juli 2012
Pagi ini, aku medapatkan sebuah panggilan telfon dari temannku. Dia berkata "telfon balik ya, penting (lagi ga ada pulsa". Lalu kulihat handphone ternyata ada satu pesan masuk. Ku baca. Isinya kira-kira begini "tolong telfon ke nomor simpati ku.penting". Segera kulihat kontak dan mencari nomor lalu menelfon teman tadi. Sebelum menelfon aku pasang paket hemat as #1nomor tujuan yang biayanya cuma Rp1000/10menit.

"Assalamualaikum, ada apa!". Kata ku.
"Kosan kita dimasuki maling (dengan nada panik)". Jawabnya.
"Ha! Kapan?". Sambutku.
"Tadi pagi. Sehabis sahur aku tidak berencana untuk tidur. Tapi aku tertidur. Setelah bangun aku terkejut. Handphone ku hilang dan lemari mu terbuka. Maaf aku lupa mengunci pintu kamarmu sehabis dari situ". Jawabnya lagi.
"Trus?" tanya ku lagi.
"Adakah sesuatu yang penting disimpan di lemari mu?". Dia balik bertanya.

Aku berfikir sejenak mengingat adakah barang berharga yang kutinggalkan di dalam lemari. Setelah ku ingat ternyata ada, yaitu uang sejumlah Rp 200rb-an yang ku letakkan di dalam laci lemari.

"Iya ada". Jawab ku.
"Apa?". Tanya dia.
"Uang sejumlah Rp 200rb-an ku letakkan di dalam laci lemari di bawah kertas yang ada di dalam laci tersebut". Kata ku.

Segera dia melihat tempat yang kusebutkan tadi.

"Alhamdulillah masih ada". Jawabnya dengan sedikit lega.
"Syukurlah". Sambutku.

Aku bersyukur uang yang ku tinggalkan di dalam lemari tidak berhasil diambil oleh si maling. Setelah itu aku bertanya kronologi peristiwa pemalingan itu terjadi. Katanya "Setelah dia terbangun dari tidurnya dan melihat handphone sudah tidak ada serta lemari ku yang terbuka, dia bertanya kepada ibu kos. Apakah ada orang yang masuk ke kos tadi pagi?. Ada jawab ibu kos. Katanya tadi pagi ada orang datang mencari yang namanya Rido. Oleh karena ibu kos ada keperluan, dia mempersilahkan sang tamu untuk melihat sendiri ke dalam kos". Maka terjadilah peristiwa di atas kata temanku tadi.

***



Selasa, 19 Juni 2012

NPM-Agribisnis Tingkatkan Keterampilan Petani

DSC04244
Sumber: http://www.ppk.or.id/content.asp?id=1592&mid=126
Keterampilan para petani di lokasi PNPM-Agribisnis dilaporkan meningkat. Seperti apa?
Berdasarkan laporan dari sejumlah lokasi pilot proyek Smallholder Agribusiness Development Initiative (SADI) atau yang dikenal dengan PNPM-Agribisnis Perdesaan, diketahui bahwa keterampilan para petani di lokasi program mengalami peningkatan. “Program memberikan manfaat nyata, terutama dalam peningkatan keterampilan para petani dalam mengelola hasil-hasil pertanian mereka,” demikian laporan perwakilan pelaku program dari berbagai lokasi. Hal itu terungkap dalam Workshop PNPM-Agribisnis di Jakarta, yang berakhir awal November 2009.
Pilot proyek yang melekat pada PNPM-Perdesaan ini mengajak masyarakat/ para petani merencanakan, menentukan dan melaksanakan kegiatan berbasis pertanian guna meningkatkan pendapatan rumahtangga dan kesejahteraan petani secara umum. Program ini dilaksanakan di empat provinsi di Kawasan Timur Indonesia (KTI) dan mendapat dukungan pendanaan dari hibah Pemerintah Australia (AusAID). Keempat provinsi tersebut adalah Sulawesi selatan, Sulawesi Tenggara, NTT dan NTB.Sejumlah usulan masyarakat, dalam hal ini para petani, telah dilaksanakan dan dirasakan manfaatnya. Baik usulan peningkatan kapasitas maupun pembangunan prasarana/sarana yang mendukung pertanian. Para petani di Sulawesi Selatan, misalnya, akhirnya memperoleh pelatihan TOT Padi SRI yang mereka idamkan dengan dukungan dana dari PNPM-Agribisnis. Sementara di Sulawesi Tenggara, petani kini memiliki kios usaha tani dan kandang demplot penggemukan sapi potong.
Para petani di NTT juga telah merasakan manfaat program. Mereka, misalnya, kini memiliki jalan usaha tani yang layak, serta memiliki saluran irigasi yang lebih baik. Selain dapat lebih mudah menuju ke sawah/ladang, rehab jalan usaha tani ini dapat memperlancar pengangkutan hasil panen mereka ke pasar. Sebelumnya, sebagian besar badan jalan rusak sehingga sulit menuju sawah/ladang, terlebih saat musim penghujan. Perbaikan jalan usaha tani ini pada gilirannya mengurangi praktik ijon, sehingga harga jual hasil panen bisa lebih tinggi.
Di NTB, para petani rumput laut merasa sangat terbantu dengan lantai jemur rumput laut yang mereka bangun dengan dukungan dana PNPM-Agribisnis. Sedangkan petani penggarap sawah, kini dapat meningkatkan produksi menyusul direhabnya saluran irigasi yang mengairi sawah-sawah mereka. Tidak hanya itu, para petani juga dapat saling bertukar pikiran di tempat yang lebih nyaman sekaligus tidak perlu kuatir ternaknya hilang.
Mereka telah memiliki pondok pertemuan pertanian dan kandangkolektif yang diusulkan dan dibangun bersama dengan dukungan dana program. Sejumlah petani di NTB juga telah mendapatkan peningkatan kapasitas terkait sejumlah komoditas agribisnis. Peningkatan kapasitas para petani diharapkan akan terus bertambah seiring pelatihan-pelatihan agribisnis di lokasi-lokasi program.
Menurut Direktur Program Management Officer (PMO) SADI, program ini merupakan kerjasama tiga pilar, yakni PNPM Agribisnis Perdesaan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, International Finance Corprotation (IFC) yang berfokus pada aspek pemasaran komoditas bekerjasama dengan pihak swasta serta Australian Center for International Agricultural Research (ACIAR) yang bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) berfokus pada dukungan riset pertanian yang adaptif bagi masyarakat petani.
Dalam workshop tersebut dibahas beberapa hal penting. Antara lain, strategi penyerapan dana BLM dan sisa DOK sampai dengan berakhirnya program, Desember 2009. Juga mengenai kekosongan konsultan/fasilitator, Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) akselerasi kegiatan TA 2009, serta langkah-langkah pelestarian kegiatan sampai dengan enam bulan kedepan (semester pertama 2010).

Sumber : http://nusataniterpadu.wordpress.com/2009/11/11/pnpm-agribisnis-tingkatkan-keterampilan-petani/

Senin, 18 Juni 2012

Tulisan Perdana

Hari ini aku telah belajar tentang passive voice. Walaupun aku belum menguasainya. Akan tetapi aku memperoleh sedikit ilmu dari apa yang ku baca dan ku pelajari dari buku tersebut. Misalnya :
"Are you taught by the teacher about passive voice?" (passive voice dalam bentuk simple present tense), dan ada juga dalam bentuk simple past tense. Contohnya : "the bank robbers was arrested by the police". dan lainnya.
Hanya saja, jikalau pelajaran ini tidak terus digunakan maka kita bisa saja lupa atau ragu apakah yang kita buat itu benar atau salah. Jadi jikalau Anda belajar untuk menguasai sebuah bahasa, semestinya dipraktekkan atau dipelajari (sekedar mengingat atau membuat beberapa contoh) agar bisa menguasainya dengan cepat dan lebih mahir dalam menggunakannya.
Terima Kasih Atas Kunjungannya Semoga Tulisan di atas Bermanfaat

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls